Gunung Djati Conference Series
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK JAMUR Thrichoderma harzianum ENDOFIT DARI TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav)
By Alinda Tiara Silaen, Trisna Yuliana and Yenny Febriani Yun.
Abstract
Meningkatnya resistensi antibiotik menjadi dorongan untuk mencari sumber antibakteri baru, salah satunya dari jamur endofit tanaman obat sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini mengisolasi jamur endofit dari sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav), mengidentifikasi golongan metabolit sekundernya, serta menguji daya hambatnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tahapan meliputi isolasi dan identifikasi molekuler melalui sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS), fermentasi padat, ekstraksi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol, skrining fitokimia, serta uji difusi cakram Kirby-Bauer. Analisis ITS mengonfirmasi isolat sebagai Trichoderma harzianum dengan kemiripan 99,68%. Ekstrak etil asetat memberi rendemen tertinggi sebesar 74,63%. Hasil fitokimia menunjukkan golongan terpenoid yang terdeteksi pada ketiga ekstrak. Aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana dan etil asetat terhadap S. aureus mulai terlihat pada konsentrasi 25%, masing-masing dengan zona hambat sebesar 6,77 mm dan 6,53 mm, sedangkan terhadap E. coli aktivitas mulai terlihat pada konsentrasi 50%, dengan zona hambat masing-masing sebesar 7,33 mm dan 6,30 mm. Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas paling lemah, dengan aktivitas terhadap kedua bakteri hanya pada konsentrasi 100%, masing-masing sebesar 7,63 mm terhadap E. coli dan 2,47 mm terhadap S. aureus. Ekstrak n-heksana dan etil asetat menunjukkan aktivitas sedang, sedangkan ekstrak etanol menunjukkan aktivitas lemah. Berdasarkan hasil tersebut, T. harzianum endofit sirih merah berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut.



