Journal of Community and Clinical Pharmacy
Gambaran Efek Samping Penggunaan Kombinasi Insulin Long Acting Dan Insulin Rapid Acting Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Dr. M.M. Dunda
By Teti Sutriyati Tuloli, Nur Rasdianah, Endah Nurrohwinta Djuwarno and 3 others.
Abstract
Diabetes melitus (DM) atau yang sering disebut penyakit gula, adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama. Diabetes melitus terus menjadi masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gorontalo menempati urutan ke-8 pada tahun 2018 dari seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian pada tahun 2019, menunjukkan adanya 16.554 jiwa didiagnosa mengidap diabetes melitus. Banyaknya kasus diabetes melitus di Gorontalo serta meningkatnya penggunaan obat anti diabetes yang dapat berpengaruh pada peningkatan terjadinya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efek samping dari penggunaan kombinasi insulin long acting dan insulin rapid acting pada pasien diabetes melitus tipe 2 Di RSUD Dr. M.M Dunda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif dengan melakukan pengambilan data secara retrospektif pada pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap di RSUD Dr. M.M Dunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berjenis kelamin perempuan lebih banyak (69%) menderita DM tipe 2 dibandingkan pasien laki-laki (31%). Usia terbanyak yang menderita DM tipe 2, yaitu pada rentang 46-55 tahun (43%). Pasien DM tipe 2 dengan penyakit penyerta sejumlah (65%). Pasien DM tipe 2 lebih banyak menerima terapi kombinasi insulin novorapid dan insulin levemir (59%) dibandingkan insulin novorapid dengan glargine (41%). Kejadian hipoglikemia pada pemberian kombinasi insulin pada pasien DM tipe 2 sebanyak 2 pasien (4%) dan yang tidak mengalami efek samping hipoglikemia yaitu sebanyak 49 pasien (96%).



