Usadha Journal of Pharmacy
Analisis efektivitas biaya seftriakson dan azitromisin pada pasien pneumonia anak di rumah sakit kabupaten cilacap
By Siti Asadu Sofiah, Revo Prokla Saudagar Tamba and Bayu Pamungkas.
Abstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak serta memberikan beban biaya yang cukup besar bagi sistem pelayanan kesehatan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2023, pneumonia menempati peringkat pertama penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi, yaitu sekitar Rp8,7 triliun. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya penggunaan Seftriakson dan Azitromisin pada pasien pneumonia anak di RS Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif berdasarkan rekam medis periode Januari–Desember 2025. Sampel diperoleh dengan total sampling dan terdiri atas 80 pasien yang menerima Seftriakson dan 21 pasien yang menerima Azitromisin. Efektivitas dinilai berdasarkan penurunan jumlah leukosit dan lama rawat inap (Length of Stay/LOS), sedangkan biaya yang dianalisis meliputi biaya medis langsung. Analisis statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk, Chi-Square atau Fisher’s Exact Test, serta independent sample t-test atau Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah leukosit antara kelompok Seftriakson dan Azitromisin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,417). Sementara itu, lama rawat inap menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p=0,015), dengan kelompok Azitromisin memiliki lama rawat inap yang lebih singkat secara deskriptif. Pada analisis biaya, hanya biaya tenaga medis yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik antara kelompok Seftriakson dan Azitromisin (p=0,016), sedangkan komponen biaya lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Analisis cost-effectiveness dengan Azitromisin sebagai intervensi dan Seftriakson sebagai comparatormenghasilkan ICER sebesar Rp105,24 dan berada pada Kuadran III Cost-Effectiveness Plane. Secara deskriptif, Azitromisin memiliki biaya lebih rendah, tetapi efektivitas berdasarkan penurunan jumlah leukosit juga lebih rendah dibandingkan Seftriakson.



