Sinergi Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Perbandingan Penggunaan KB Suntik DMPA dan Implan Terhadap Pola Menstruasi pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Rengel
By Liliyana Rahayu Kusumaningtiyas, Nur Maziyah Hurin'in, Erna Eka Wijayanti and 1 others.
Abstract
Tingginya angka penghentian dini pemakaian kontrasepsi hormonal di fasilitas pelayanan primer sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran wanita terhadap gangguan perdarahan rahim yang muncul tanpa pemahaman awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaruh kontrasepsi suntik depo medroksiprogesteron asetat dan susuk implan terhadap empat parameter pola menstruasi pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Rengel. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik komparatif potong lintang dengan melibatkan seratus empat responden yang terbagi seimbang ke dalam kelompok suntik dan implan dengan masa pemakaian aktif enam hingga dua belas bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan diuji secara statistik menggunakan analisis chi-kuadrat pada derajat kemaknaan lima persen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan proporsi yang sangat bermakna secara statistik pada keempat parameter menstruasi antara kedua kelompok akseptor (p=0,000). Akseptor suntik didominasi oleh kondisi tidak haid sama sekali atau amenorea sebesar 57,7%, durasi haid singkat kurang dari tiga hari sebesar 53,8%, dan volume darah sedikit sebesar 67,3%. Sebaliknya, akseptor implan didominasi oleh siklus haid yang terlalu kerap atau poliminore sebesar 42,3%, durasi perdarahan memanjang melebihi delapan hari sebesar 48,1%, serta kemunculan pengeluaran darah deras sebesar 32,7%. Kedua kelompok mencatatkan tingkat ketidakteraturan jadwal bulanan yang melampaui 70%. Simpulan penelitian menegaskan bahwa suntikan progestin bekerja dominan menekan perdarahan rahim, sedangkan implan memicu ketidakstabilan siklus perdarahan. Tenaga kesehatan diharapkan mengoptimalkan konseling pra-pelayanan berbasis bukti dan melakukan pemantauan berkala terhadap potensi anemia pada pemakai implan guna mempertahankan kelangsungan pemakaian kontrasepsi.Kata Kunci: Amenorea, Depo Medroksiprogesteron Asetat, Implan Subdermal, Konseling Kebidanan, Pola Menstruasi, Putus Pakai Kontrasepsi.



