Jurnal Ilmiah Kesehatan
STRATEGI EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENURUNKAN RISIKO HIPERTENSI PRIMER: Rahmat Supriyatna, Fadhilah Husna, Putri Rahma Dani, Ragil putri Wahyu Ningsih, Desti Yanti, Irene Amanda Chaterina
Par Rahmat Supriyatna, Fadhilah Husna, Putri Rahma Dani et 3 autres.
Contenu en anglais
Résumé
Hipertensi primer merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas, terutama pada usia produktif. Perubahan gaya hidup seperti konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, stres, dan rendahnya kepatuhan pemeriksaan tekanan darah menjadi faktor risiko utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko gaya hidup serta menentukan strategi edukasi yang efektif dalam menurunkan risiko hipertensi primer di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemirimuka Kota Depok. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan _cross-sectional_ terhadap 100 responden usia 18–59 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif serta melalui analisis prioritas strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% responden mengetahui tentang hipertensi, namun 55% tidak rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Faktor risiko dominan meliputi kurang tidur (50%), stres rutin (44%), serta konsumsi garam lebih dari tiga kali per minggu (40%). Sebanyak 90% responden belum mengetahui bahwa hipertensi dapat terjadi tanpa gejala. Analisis matriks prioritas menunjukkan bahwa pelaksanaan Pos Cek Tekanan Darah rutin berbasis komunitas menjadi strategi utama, diikuti edukasi diet rendah garam dan media poster sebagai pendukung. Disimpulkan bahwa intervensi aktif, partisipatif, dan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan program Posbindu PTM lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran serta deteksi dini hipertensi primer dibandingkan metode edukasi pasif. Strategi ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dalam upaya pencegahan hipertensi pada masyarakat usia produktif.



