Indonesian Journal of Sport Science and Technology
Analisis Daya Tahan Aerobik Menggunakan Yo-Yo Intermittent Recovery Test pada Atlet Rugby
Par Akbar Damara Wicaksono, Nurhidayat Nurhidayat, Anugrah Nur Warthadi et 1 autres.
Contenu en anglais
Résumé
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya tahan aerobik atlet Rugby rugby sevens di Boyolali menggunakan Yo-Yo Intermittent Recovery Test Level 1 (Yo-Yo IR1). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan teknik pengukuran langsung sebagai instrumen utama pengumpulan data. Populasi penelitian adalah 20 atlet rugby Boyolali, yang semuanya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Data diperoleh melalui tes fisik berupa Yo-Yo IR1 dan angket demografis untuk mengetahui informasi tambahan seperti usia, posisi bermain, pengalaman bertanding, serta intensitas latihan mingguan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok putra, distribusi kemampuan daya tahan aerobik terdistribusi merata di antara kategori Average dan Below Average (40% masing-masing), dengan sebagian kecil mencapai kategori Excellent (20%). Sementara itu, pada kelompok putri, mayoritas peserta (70%) berada di kategori Below Average, sementara sisanya tersebar di kategori Excellent, Good, dan Average (masing-masing 10%). Tidak ada peserta dari kedua kelompok yang masuk dalam kategori Elite atau Poor. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan signifikan dalam kapasitas kardiorespirasi antara kelompok putra dan putri, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor frekuensi latihan, aktivitas fisik harian, dan perbedaan fisiologis gender. Implikasi praktis dari hasil ini menunjukkan perlunya program pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok. Untuk kelompok putra, strategi dapat difokuskan pada penguatan potensi individu unggul, sedangkan untuk kelompok putri, intervensi lebih intensif diperlukan untuk meningkatkan performa dari kategori rendah ke level yang lebih baik. Evaluasi berkala dan penyesuaian metode pelatihan berdasarkan progres individu menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya tahan aerobik. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk pengembangan program pelatihan yang lebih efektif dan terarah dalam konteks olahraga rugby maupun aplikasi umum dalam peningkatan kebugaran jasmani.



