Usadha Journal of Pharmacy
Literatur review: Potensi terapeutik kulit buah sukun (artocarpus altilis) sebagai agen hipolipidemik
Par Zulfan Udin et Tanti Azizah Sujono.
Contenu en anglais
Résumé
Dislipidemia adalah kondisi yang terjadi akibat adanya gangguan pada metabolisme lemak sehingga kadar kolesterol total (TC), low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C), dan trigliserida (TG) dalam darah meningkat, sedangkan kadar high-density lipoprotein cholesterol (HDL-C) justru menurun. Perubahan kadar lipid tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kardiovaskular. Salah satu bahan alam yang berpotensi dimanfaatkan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah kulit buah sukun (Artocarpus altilis). Kulit buah sukun diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, antara lain, flavonoid, tanin, triterpenoid, fitosterol, saponin, dan stilben yang diduga memiliki kemampuan dalam membantu menurunkan kadar lipid dalam darah. Literature review ini bertujuan untuk mengompilasi dan menganalisis secara kritis studi primer internasional (2017–2026) mengenai aktivitas hipolipidemik ekstrak dan fraksi kulit buah sukun melalui pendekatan In Vitro, In Vivo, dan In Silico. Adapun kriteria inklusinya yaitu jurnal internasional peer reviewed dengan kulit buah sukun sebagai bahan utama, mengevaluasi aktivitas hipolipidemik, serta tersedia dalam full paper. Berdasarkan 22 full paper yang masuk dalam kriteria inklusi, kulit buah sukun secara konsisten menurunkan TC, LDL-C, dan TG serta meningkatkan HDL-C melalui mekanisme multitarget yang meliputi inhibisi HMG-CoA reduktase, aktivasi reseptor nuklir LXR-α dan PPAR-α/γ, inhibisi lipase pankreas, sekuestrasi asam empedu, kompetisi absorpsi kolesterol usus oleh fitosterol, mencegah oksidasi LDL melalui aktivitas antioksidan perlindungan LDL melalui aktivitas antioksidan, serta modulasi mikrobiota usus. Formulasi sediaan ekstrak atau fraksi kulit buah sukun melalui nanopartikel kitosan dan SNEDDS meningkatkan bioavailabilitas oral masing-masing 2,3 dan 3,1 kali dengan efek penurunan lipid yang lebih besar.Pada uji toksisitas pada hewan menunjukkan bahwa kulit buah sukun termasuk dalam kategori aman. Meskipun demikian, belum tersedianya uji klinis terkontrol pada manusia masih menjadi keterbatasan utama. Standardisasi ekstrak, uji farmakokinetik, dan uji klinis acak terkontrol sangat diperlukan sebelum aplikasi klinis.



