Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
Hubungan Praktik Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–24 Bulan: Penelitian
Par Merlindia Salsabila, Meti Kurniawati, Abdullah Abdullah et 1 autres.
Contenu en anglais
Résumé
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah praktik pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), meliputi usia awal pemberian, frekuensi, dan keragaman konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan ketiga faktor tersebut dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada 5–10 Mei 2026 di Pekon Banyuwangi, wilayah kerja Puskesmas Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Sampel sebanyak 62 balita dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner usia awal pemberian MP-ASI, Food Frequency Questionnaire (FFQ), Dietary Diversity Score (DDS), dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 23 balita (37,1%) mengalami stunting, 37 (59,7%) menerima MP-ASI pada usia yang tepat, 27 (43,5%) memiliki frekuensi pemberian MP-ASI kategori cukup, dan 42 (67,7%) mengonsumsi pangan yang tidak beragam. Uji statistik menunjukkan hubungan antara usia awal pemberian MP-ASI (p=0,001), frekuensi pemberian MP-ASI (p=0,000), dan keragaman konsumsi pangan MP-ASI (p=0,028) dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan.



